Nama: Muhammad Iqbal Gozali
NPM : 57414347
Kelas : 1IA17

Dosen : PIPIT FITRIYAH


Masalah Sosial

Kebakaran Hutan Yang Berdampak Bagi Lingkungan  


     I.            Latar Belakang

                  Indonesia merupakan salah satu Negara tropis yang memiliki wilayah hutan terluas kedua di dunia. Keberadaan hutan ini tentunya merupakan berkah tersendiri. Banyak kebakaran hutan di Indonesia sering terjadi pada tahun ini kebakaran ini sudah banyak mengakibatkan permasalah sosial di kalangan masyarakat, apa lagi masyarakat yang dekat dengan kebakaran hutan tersebut. Kebakaran hutan di Indonesia adalah peristiwa dimana hutan yang digologkan sebagai ekologi alamiah mengalami perubahan bentuk yang disebabkan oleh aktfitas pembakaran secara besar-besaran. Pada dasarnya, peristiwa ini memberi dampak negatif maupun positif. Namun, jika dicermati, dampak negatif kebakaran hutan jauh lebih mendominasi ketimbang dampak positifnya. Tetapi dampak kebakaran hutan ini menimbulkan asap yang mengganggu masyarakat yang dekat dengan kebakaran hutan tersebut dan bisa menimbulkan penyakit pernapasan pada kalangan masyarakat.


  II.            Tujuan      
              
                    Kebakaran hutan banyak masyarakat tidak mengetahui penyebab kebakaran itu terjadi. Dalam garis besar makalah ini bertujuan untuk masyarakat supaya menjaga dan merawat hutan dan alam di sekitarnya. Rasa peduli manusia itu di perlukan oleh alam dan hutan untuk memakmurkan hutan yang berada di sektarnya dan juga ciri keindahan dalam suatu wilayah.





III.            Isi 
Ø Sejarah kebakaran hutan
                   kejadian sepuluh tahun yang lalu tepatnya tahun 1998 ketika kebakaran hutan melanda sebagian wilayah Indonesia khususnya Sumatera dan Kalimantan? Kabut asap menutupi kota-kota di Sumatera dan Kalimantan, dan bahkan sempat mengganggu jadwal penerbangan pesawat dari negara tetangga contohnya Malaysia dan Singapura. Anggota masyarakat yang daerahnya mengalami kebakaran hutan dan lahan silih berganti mengunjungi rumah sakit karena alasan gangguan saluran pernafasan atas. Kebakaran juga menyisakan hutan menjadi lahan terbuka dan menambah laju pengurangan tutupan hutan yang ada. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) memperkirakan bahwa paling tidak 383.000 hektar hutan dataran rendah di Sumatera dilanda kebakaran sepanjang tahun 1997 dan 1998. Kebakaran hutan di Kalimantan bahkan lebih parah lagi. Lebih dari dua juta hektar hutan habis dilalap si jago merah. Kerugian ekonomi yang ditimbulkan juga sangat besar. Harian The Jakarta Post pada bulan April 1998, misalnya, memperoleh data kerugian ekonomi akibat kebakaran hutan di Indonesia sebesar Rp 8,27 triliun.
Lima tahun kemudian, sejarah kabut asap yang menyelimuti sebagian wilayah Indonesia kembali terulang. Sebagian warga masyarakat kembali mendatangi rumah sakit dan klinik karena Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) yang mereka derita. Habitat satwa seperti orangutan, gajah dan burung enggang terus berkurang. Lebih lanjut, fenomena ini kembali mencoreng wajah bangsa ini. Beberapa kota di negara tetangga kembali diselimuti kabut asap kiriman dari di Indonesia.
Awal tahun 2008, kebakaran hutan dan lahan kembali terjadi. Kabut asap mulai bergerak meliputi beberapa kota di Indonesia seperti Pekanbaru, Jambi dan Pontianak. Dampaknya pada manusia mulai terlihat. Dari data Unit Pengobatan Penyakit Paru-paru (UP4) Kalimantan Barat di Pontianak yang dilansir oleh situs Kompas pada tanggal 22 Januari 2008 terungkapkan bahwa telah terjadi peningkatan jumlah penderita ISPA di Kota Pontianak. Pada minggu kedua di bulan Januari, jumlah penderita tercatat sebanyak 153 orang. Namun, pada pekan berikutnya jumlahnya meningkat menjadi 211 orang. Kerugian yang diderita oleh sebagian masyarakat Indonesia tidak hanya sampai disitu. Tutupan hutan hujan tropis yang menjadi kebanggan bangsa akan semakin berkurang. Berbagai jenis tumbuhan dan satwa juga terancam kehilangan “tempat tinggal” alaminya.

Ø Dampak kebakaran hutan
              Kebakaran hutan tidak hanya berdampak terhadap ekologi dan mengakibatkan kerusakan lingkungan saja. Namun dampak dari kebakaran hutan ternyata mencakup bidang-bidang lain.

Menurut Rully Syumanda (2003), menyebutkan ada 4 aspek yang terindikasi sebagai dampak dari kebakaran hutan. Keempat dampak tersebut mencakup dampak terhadap kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi, dampak terhadap ekologis dan kerusakan lingkungan, dampak terhadap hubungan antar negara, serta dampak terhadap perhubungan dan pariwisata.

Dampak Terhadap Sosial, Budaya, dan Ekonomi. Kebakaran hutan memberikan dampak yang signifikan terhadap kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi yang diantaranya meliputi:

1.    Terganggunya aktivitas sehari-hari; Asap yang diakibatkan oleh kebakaran hutan secara otomatis mengganggu aktivitas manusia sehari-hari, apalagi bagi yang aktivitasnya dilakukan di luar ruangan.

2.    Menurunnya produktivitas; Terganggunya aktivitas manusia akibat kebakaran hutan dapat mempengaruhi produktivitas dan penghasilan.

3.    Hilangnya sejumlah mata pencaharian masyarakat di dan sekitar hutan; Selain itu, bagi masyarakat yang menggantungkan hidup dari mengolah hasil hutan, dengan terbakarnya hutan berarti hilang pula area kerja (mata pencarian).

4.    Meningkatnya hama; Kebakaran hutan akan memusnahkan sebagian spesies dan merusak kesimbangan alam sehingga spesies-spesies yang berpotensi menjadi hama tidak terkontrol. Selain itu, terbakarnya hutan akan membuat sebagian binatang kehilangan habitat yang kemudian memaksa mereka untuk keluar dari hutan dan menjadi hama seperti gajah, monyet, dan binatang lain.

5.    Terganggunya kesehatan; Kebakaran hutan berakibat pada pencemaran udara oleh debu, gas SOx, NOx, COx, dan lain-lain dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan manusia, antara lain infeksi saluran pernafasan, sesak nafas, iritasi kulit, iritasi mata, dan lain-lain.

6.    Tersedotnya anggaran negara; Setiap tahunnya diperlukan biaya yang besar untuk menangani (menghentikan) kebakaran hutan. Pun untuk merehabilitasi hutan yang terbakar serta berbagai dampak lain semisal kesehatan masyarakat dan bencana alam yang diambilkan dari kas negara.

7.    Menurunnya devisa negara. Hutan telah menjadi salah satu sumber devisa negara baik dari kayu maupun produk-produk non kayu lainnya, termasuk pariwisata. Dengan terbakarnya hutan sumber devisa akan musnah. Selain itu, menurunnya produktivitas akibat kebakaran hutan pun pada akhirnya berpengaruh pada devisa negara.


IV.            Penutup
            
              Kebakaran hutan sudah banyak terjadi di Indonesia sejak tahun 1998 hingga sekarang. Mungkin kebakaran ini bisa terjadi karna adanya factor – factor tersebut. Dalam hal kebakaran hutan banyak kerugian untuk makhluk hidup dan alam. Dalam garis besar kebakaran harus kita cegah dengan memilahara hutan dan alam yang di sikitar wilayah Indonesia dan sebagai manusia kita harus menyadari nya bahwa alam dan hutan memerlukan manusia untuk menjaga lingkungan nya dalam sekripsi ini bisa kita liat dampak kebakaran hutan tersebut. 

     V.           sumber




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Quantum Computation

Parallel Computation