Nama : Muhammad Iqbal Gozali NPM : 57414347 Ilmu Budaya Dasar
MANUSIA DAN KEGELISAHAN
I. Pengertian kegelisahan
Kegelisahan berasal dari kata gelisah yang berarti perasaan yang mengganjal,dan merasa hati seperti tidak tentram dan kepikiran sesuatu yang penting sekali buat diri kita dan membuat diri kita tidak nyaman dan merasakan kecemasan. Kegelidahan hanya dapat diketahui dari sikap,wajah seseorang yang seperti menunjukan kekhawatiran,dan gerak geriknya contohnya adalah seperti berjalan mundar mandir sambil menundukan kepalanya dengan wajah murung dan mengepal ngepal kedua tangannya dan tentunya malas bicara dan hanya diam saja.
Sikap kecemasan itu ada 2 yaitu : Kecemasan neoritis,dan kecemasan moril. Kecemasan neoritis adalah kecemasan yang ditakuti karna bayangannya sendiri, membuat gelisah karena merasa sesuatu yang hebatakan terjadi, dan kecemasan ini juga mengandung rasa phobia, rasa takut karena sesuatu. Kecemasan moril adalah rasa cemas yang disebabkan karena pribadi seseorang yang disebabkan karena merasa iri, dendam, dengki, marah, gelisah, cinta, rasa yang kurang.
Rasa kegelisahan memiliki sebab - sebab kenapa bisa merasa gelisah diantaranya adalah karena sesuatu yang akan terjadi, seperti contoh akan ada bencana gunung meletus itu akan mendatangkan rasa gelisah karena takut hilangnya hak hidup,hak milik,hak dapat perlindungan,hak kemerdekaan untuk tetap hidup.
Usaha - usaha mencegah dan mengatasi rasa kegelisahan adalah pertama - tama kita harus mulai semua dari dalam diri kita sendiri, kita harus menenangi diri kita sendiri terlebih dahulu. Dengan sikap tenang dan dapat berpikir tenang kita dapat mengatasi segala kegelisahan yang akan mendatangi diri kita. Cara untuk mengatasi rasa kegelisahan yang menghampiri kita adalah pasrah kepada Tuhan Yang Maha Esa, berdoa dan melakukan shalat agar hati dan pikiran kita di tenangkan, ini adalah cara terampuh. Percaya bahwa tuhan adalah maha pengampun,maha pengasih,lagi maha penyayang.
II. Sumber-sumber Kegelisahan
Diantara beberapa penyebab kegelisahan dan kecemasan itu sendiri, antara lain :
Melemahnya iman dan semakin rapuhnya kekuatan hati, sehingga kegelisahan pun selalu menghantuinya.
Lemahnya kepercayaan diri, sehingga ia semakin ragu akan kemampuan dirinya sendiri, walaupun banyak potensi dari dirinya yang masih bisa digali.
Angan-angan yang tidak realistis, yang tidak sesuai dengan kemampuan diri atau juga tidak dibarengi dengan usaha yang nyata dan keras.
Terlalu memikirkan lawan jenisnya walaupun belum menjadi haknya. Pada awalnya mungkin itu suatu keindahan, namun pada tahap berikutnya akan menimbulkan permasalahan hati yang menyiksa.
Kesaksian dan sumpah palsu yang diucapkan/diikrarkan. Hal ini tentunya akan membuat hati tidak tenang karena sudah melakukan kebohongan.
Hilangnya kepercayaan dari orang-orang yang sebelumnya telah memberikan kepercayaan kepadanya.
Beban hidup dan masalah yang semakin meningkat, yang tidak dibarengi dengan kesiapan fisik juga mental.
Ketakutan akan masa depannya, sehingga ia terus dibayangi rasa was-was dalam hati, diri juga pikirannya.
Terlalu berpaku pada masa lalu yang buruk, yang tidak membuatnya segera bangkit untuk menciptakan suasana masa depak yang lebih baik.
Terlalu menutup diri dari orang-orang di sekitarnya, sehingga tidak mau berbagi dan sharing tentang segala permasalahannya.
III. Keterasingan, Kesepian, Dan Ketidak pastian
Keterasingan=> berasal dari kata terasing atau asing yang berarti dalam kesendirian dan tidak kenal orang lain atau tidak dikenal orang lain, terpisahkan dari orang lain, tersisihkan darri pergaulan. Kekurangan yang ada pada diri seseorang dapat juga menyebabkan orang itu diasingkan oleh orang lain atau masyarakat.
Kesepian=> berasal dari kata sepi yang berarti sunyi yang dapat diartikan kesepian adalah seseorang yang merasa sepi dan jauh dari orang - orang dan perlunya seseorang untuk menghibur dan menghilangkan rasa sepi tersebut. Kesepian memiliki penyebab kenapa bisa terjadi rasa sepi tersebut. Bermacam-macam penyebab terjadinya kesepian. Frustasi dapat mengakibatkan kesepian dalam hal seperti itu orang tidak mau diganggu, ia lebih senang dalam keadaan sepi, tidak suka bergaul, dan sebagainya, ia lebih senang hidup sendiri. Bila kita perhatikan sepintas lalu keterasingan dan kesepian itu serupa tetapi tidak sama, namun ada hubungannya. Beda antara keduanya hanya terletak pada sebab akibat. Jadi kesepian itu akibat dari terasingkan dan terasingkan akibat dari sikap yang sombong,angkuh,keras kepala, sehingga dijauhi oleh orang lain atau teman sepergaulannya.
Ketidak pastian => berasal dari kata tidak pasti yaitu tidak menentu, tidak dapat ditentukan dan tidak tau tanpa arah dan usul yang tidak jelas. Sebab - sebab terjadinya ketidak pastian adalah karena pikirannya terganggu dan tidak dapat berfikir normal kembali seperti seharusnya. Beberapa tanda - tandanya adalah obsesi,phobia,dan kompulasi .
IV. Mengurangi atau Menghilangkan Kegelisahan
1. Kenali penyebab kegelisahan dan ketakutan Anda
Langkah pertama mengatasi rasa gelisah dan takut adalah mengenali penyebabnya. Kemudian, apa yang membuat Anda merasakan takut dan gelisah, dan bagaimana perasaan itu menguasai Anda.Dengan menyadari apa yang ditakutkan dan apa yang membaut anda gelisah, hal ini akan membantu Anda mengurangi rasa tersebut Sebab, saat berusaha menyadarinya, Anda berdialog dengan diri sendiri untuk mencari jalan keluarnya.
2. Santai dan bangun keyakinan untuk melawannya.
Memerangi ketakutan merupakan salah satu cara yang tepat. Karena sambil melawan rasa takut tersebut bisa membangun rasa percaya diri yang meningkat jika Anda terus tantang diri Anda. Semakin Anda meningkatnya rasa percaya diri ini maka rasa takut yang menguasai pikiran Anda akan berkurang. Anda bisa melakukan meditasi dan yoga karena hal ini dapat menjadi aktivitas pilihan untuk mengatasi rasa takut dan gelisah.
3. Hipnoterapi
Beberapa orang menemukan bahwa dalam kondisi di bawah hipnotis, penyebab kegelisahan dapat ditemukan. Ketika sudah ditemukan, langkah selanjutnya dapat diterapkan dalam keadaan yang ada. Hipnoterapi juga dapat digunakan untuk mengenalkan teknik untuk menghadapi situasi gelisah.
4. Membangun mental yang terkendali
Belajar mengendalikan pikiran Anda untuk menghindari rasa takut yang Anda alami. Lakukan sesuatu untuk mengalihkan perhatian dan hentikan perasaan yang membuat takut. Sehingga bila mulai merasa takut, lawanlah perasaan itu sehingga mental Anda menjadi kuat.
5. Berserah diri kepada Allah
Jika rasa gelisah itu datang menghampiri, banyak-banyaklah beristighfar kepada Allah. Karena Hanya Allah lah yang mampu memberi ketenangan dalam hati kita. Firman Allah Swt “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar Ra’du : 28)
6. Shalat dan berdzikir kepada Allah
Shalat yang merupakan ibadah paling utama bagi umat muslim yang didalamnya juga terdapat dzikir.Dzikir merupakan salah satu media untuk mengingat Allah swt dalam segala aktivitas, ketika berbaring, duduk, maupun berdiri. Firman Allah Swt :“Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang , gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemimpinpun.” (QS.Az Zumar : 23) dan jangan lupa selesai shalat berdoa kepada Allah agar dijauhkan dari rasa takut dan gelisah. Salah satu doa menghilangkan rasa takut adalah:
“A’uudzu bikalimaatillahitaammatillatii, laa yujaawizuhunnabarr; walaa faajirun min syarri maa kholaq; wadzaroa wabaroa, wa min syarri maayanzilu minassamaa’; wa min syarri maa ya’ruju fiihaa; wa min syarri maa dzaroa fil ardh; wa min syarri maa yakhruju minhaa; wa min syarri fitanil laili wannahaar; wamin syarri kulli thooriqin illaa thooriqon yathruqubi khoir yaa rohmaan. (“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, yang tidak dapat ditembus oleh orang baik maupun orang jahat, dari kejahatan apa yang diciptakan, yang diadakan serta ditanamkan; serta dari kejahatan yang naik ke langit; darikejahatan yang ditanamkan di bumi atau dari kejahatan yang keluar dari bumi; dari kejahatan fitnah-fitnah malam dan siang; dari kejahatan setiap yang datang kecuali yang datang membawa kebaikan, wahai Allah Yang Maha Penyayang”).
7. Bersyukur kepada Allah
Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumatkan, Jika kamu bersyukur akan karuniaKu, pasti Aku tambah untukmu, jika kamu ingkar, sesungguhnya azabKu sangat pedih”. (QS. Ibrahim: 7)
“Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tentram, rizkinya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk) nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat”. (QS. An Nahl : 112)
Contoh kasus kegelisahan:
TEMPO.CO, Lampung - Sembilan buruh korban perbudakan di pabrik panci Sepatan, Tangerang, masih terbelit rasa trauma. Contohnya Arifudin, penduduk Blambangan Pagar, Lampung Utara. Ketika Tempo bertandang ke rumahnya, sorot mata Arifudin penuh curiga dan selidik. Meski cenderung diam, kegelisahan tetap terpancar darinya.
"Kami masih sangat takut, Mas," kata Arifudin, buruh korban penyekapan, Selasa, 7 Mei 2013. "Sebab, dua pengawas yang kerap berpakaian seragam polisi hingga kini belum ditangkap."
Selama beberapa bulan bekerja di CV Cahaya Logam, Arifudin kerap mendapatkan penyiksaan. Bekas luka di wajah dan kakinya adalah oleh-oleh dari dua pengawas pabrik panci dan kuali itu. Bahkan Arifudin masih dapat mengingat jelas penyiksaan demi penyiksaan yang dialami. "Bentakan dan pukulan rasanya kerap terngiang di telinga," katanya lirih. (Baca: Sehari, Buruh Panci Wajib Cetak 200 Wajan)
Di rumah, Arifudin hanya mau menemui wartawan, pejabat daerah, dan polisi yang hendak memintai keterangan. Selain itu, ia takut si tamu adalah pengawas bersenjata di pabrik panci atau orang suruhannya. "Kami akan lega jika dua orang yang kerap menenteng senjata api laras panjang itu tertangkap. Dia sering mengancam akan menembak jika kami kabur." (Baca:2 Anggota Brimob Disebut Terlibat Perbudakan Buruh)
Kata buruh panci lainnya, Andi Gunawan, ada kemungkinan komplotan mandor panci bersenapan tengah berkeliaran di Lampung saat ini. Sebab, sistem perekrutan mereka sangat rapi. Bahkan para pengawas telah mempelajari latar belakang calon buruh yang hendak direkrut. "Semoga polisi cepat menangkap perekrut buruh, pengawas, dan pemilik pabrik," kata Andi.
Sumber:
http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2013/06/06/definisi-kegelisahan-566254.html
https://www.facebook.com/belajarmemaknaiartihidupdankehidupan/posts/495025327246264
https://azmifajriusman.wordpress.com/2011/05/07/jurus-menghilangkan-rasa-takut-dan-kegelisahan/
contoh kasus kegelishan
http://nadyaep20.blogspot.com/2015/01/contoh-kasus-manusia-dan-kegelisahan.html
I. Pengertian kegelisahan
Kegelisahan berasal dari kata gelisah yang berarti perasaan yang mengganjal,dan merasa hati seperti tidak tentram dan kepikiran sesuatu yang penting sekali buat diri kita dan membuat diri kita tidak nyaman dan merasakan kecemasan. Kegelidahan hanya dapat diketahui dari sikap,wajah seseorang yang seperti menunjukan kekhawatiran,dan gerak geriknya contohnya adalah seperti berjalan mundar mandir sambil menundukan kepalanya dengan wajah murung dan mengepal ngepal kedua tangannya dan tentunya malas bicara dan hanya diam saja.
Sikap kecemasan itu ada 2 yaitu : Kecemasan neoritis,dan kecemasan moril. Kecemasan neoritis adalah kecemasan yang ditakuti karna bayangannya sendiri, membuat gelisah karena merasa sesuatu yang hebatakan terjadi, dan kecemasan ini juga mengandung rasa phobia, rasa takut karena sesuatu. Kecemasan moril adalah rasa cemas yang disebabkan karena pribadi seseorang yang disebabkan karena merasa iri, dendam, dengki, marah, gelisah, cinta, rasa yang kurang.
Rasa kegelisahan memiliki sebab - sebab kenapa bisa merasa gelisah diantaranya adalah karena sesuatu yang akan terjadi, seperti contoh akan ada bencana gunung meletus itu akan mendatangkan rasa gelisah karena takut hilangnya hak hidup,hak milik,hak dapat perlindungan,hak kemerdekaan untuk tetap hidup.
Usaha - usaha mencegah dan mengatasi rasa kegelisahan adalah pertama - tama kita harus mulai semua dari dalam diri kita sendiri, kita harus menenangi diri kita sendiri terlebih dahulu. Dengan sikap tenang dan dapat berpikir tenang kita dapat mengatasi segala kegelisahan yang akan mendatangi diri kita. Cara untuk mengatasi rasa kegelisahan yang menghampiri kita adalah pasrah kepada Tuhan Yang Maha Esa, berdoa dan melakukan shalat agar hati dan pikiran kita di tenangkan, ini adalah cara terampuh. Percaya bahwa tuhan adalah maha pengampun,maha pengasih,lagi maha penyayang.
II. Sumber-sumber Kegelisahan
Diantara beberapa penyebab kegelisahan dan kecemasan itu sendiri, antara lain :
Melemahnya iman dan semakin rapuhnya kekuatan hati, sehingga kegelisahan pun selalu menghantuinya.
Lemahnya kepercayaan diri, sehingga ia semakin ragu akan kemampuan dirinya sendiri, walaupun banyak potensi dari dirinya yang masih bisa digali.
Angan-angan yang tidak realistis, yang tidak sesuai dengan kemampuan diri atau juga tidak dibarengi dengan usaha yang nyata dan keras.
Terlalu memikirkan lawan jenisnya walaupun belum menjadi haknya. Pada awalnya mungkin itu suatu keindahan, namun pada tahap berikutnya akan menimbulkan permasalahan hati yang menyiksa.
Kesaksian dan sumpah palsu yang diucapkan/diikrarkan. Hal ini tentunya akan membuat hati tidak tenang karena sudah melakukan kebohongan.
Hilangnya kepercayaan dari orang-orang yang sebelumnya telah memberikan kepercayaan kepadanya.
Beban hidup dan masalah yang semakin meningkat, yang tidak dibarengi dengan kesiapan fisik juga mental.
Ketakutan akan masa depannya, sehingga ia terus dibayangi rasa was-was dalam hati, diri juga pikirannya.
Terlalu berpaku pada masa lalu yang buruk, yang tidak membuatnya segera bangkit untuk menciptakan suasana masa depak yang lebih baik.
Terlalu menutup diri dari orang-orang di sekitarnya, sehingga tidak mau berbagi dan sharing tentang segala permasalahannya.
III. Keterasingan, Kesepian, Dan Ketidak pastian
Keterasingan=> berasal dari kata terasing atau asing yang berarti dalam kesendirian dan tidak kenal orang lain atau tidak dikenal orang lain, terpisahkan dari orang lain, tersisihkan darri pergaulan. Kekurangan yang ada pada diri seseorang dapat juga menyebabkan orang itu diasingkan oleh orang lain atau masyarakat.
Kesepian=> berasal dari kata sepi yang berarti sunyi yang dapat diartikan kesepian adalah seseorang yang merasa sepi dan jauh dari orang - orang dan perlunya seseorang untuk menghibur dan menghilangkan rasa sepi tersebut. Kesepian memiliki penyebab kenapa bisa terjadi rasa sepi tersebut. Bermacam-macam penyebab terjadinya kesepian. Frustasi dapat mengakibatkan kesepian dalam hal seperti itu orang tidak mau diganggu, ia lebih senang dalam keadaan sepi, tidak suka bergaul, dan sebagainya, ia lebih senang hidup sendiri. Bila kita perhatikan sepintas lalu keterasingan dan kesepian itu serupa tetapi tidak sama, namun ada hubungannya. Beda antara keduanya hanya terletak pada sebab akibat. Jadi kesepian itu akibat dari terasingkan dan terasingkan akibat dari sikap yang sombong,angkuh,keras kepala, sehingga dijauhi oleh orang lain atau teman sepergaulannya.
Ketidak pastian => berasal dari kata tidak pasti yaitu tidak menentu, tidak dapat ditentukan dan tidak tau tanpa arah dan usul yang tidak jelas. Sebab - sebab terjadinya ketidak pastian adalah karena pikirannya terganggu dan tidak dapat berfikir normal kembali seperti seharusnya. Beberapa tanda - tandanya adalah obsesi,phobia,dan kompulasi .
IV. Mengurangi atau Menghilangkan Kegelisahan
1. Kenali penyebab kegelisahan dan ketakutan Anda
Langkah pertama mengatasi rasa gelisah dan takut adalah mengenali penyebabnya. Kemudian, apa yang membuat Anda merasakan takut dan gelisah, dan bagaimana perasaan itu menguasai Anda.Dengan menyadari apa yang ditakutkan dan apa yang membaut anda gelisah, hal ini akan membantu Anda mengurangi rasa tersebut Sebab, saat berusaha menyadarinya, Anda berdialog dengan diri sendiri untuk mencari jalan keluarnya.
2. Santai dan bangun keyakinan untuk melawannya.
Memerangi ketakutan merupakan salah satu cara yang tepat. Karena sambil melawan rasa takut tersebut bisa membangun rasa percaya diri yang meningkat jika Anda terus tantang diri Anda. Semakin Anda meningkatnya rasa percaya diri ini maka rasa takut yang menguasai pikiran Anda akan berkurang. Anda bisa melakukan meditasi dan yoga karena hal ini dapat menjadi aktivitas pilihan untuk mengatasi rasa takut dan gelisah.
3. Hipnoterapi
Beberapa orang menemukan bahwa dalam kondisi di bawah hipnotis, penyebab kegelisahan dapat ditemukan. Ketika sudah ditemukan, langkah selanjutnya dapat diterapkan dalam keadaan yang ada. Hipnoterapi juga dapat digunakan untuk mengenalkan teknik untuk menghadapi situasi gelisah.
4. Membangun mental yang terkendali
Belajar mengendalikan pikiran Anda untuk menghindari rasa takut yang Anda alami. Lakukan sesuatu untuk mengalihkan perhatian dan hentikan perasaan yang membuat takut. Sehingga bila mulai merasa takut, lawanlah perasaan itu sehingga mental Anda menjadi kuat.
5. Berserah diri kepada Allah
Jika rasa gelisah itu datang menghampiri, banyak-banyaklah beristighfar kepada Allah. Karena Hanya Allah lah yang mampu memberi ketenangan dalam hati kita. Firman Allah Swt “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar Ra’du : 28)
6. Shalat dan berdzikir kepada Allah
Shalat yang merupakan ibadah paling utama bagi umat muslim yang didalamnya juga terdapat dzikir.Dzikir merupakan salah satu media untuk mengingat Allah swt dalam segala aktivitas, ketika berbaring, duduk, maupun berdiri. Firman Allah Swt :“Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang , gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemimpinpun.” (QS.Az Zumar : 23) dan jangan lupa selesai shalat berdoa kepada Allah agar dijauhkan dari rasa takut dan gelisah. Salah satu doa menghilangkan rasa takut adalah:
“A’uudzu bikalimaatillahitaammatillatii, laa yujaawizuhunnabarr; walaa faajirun min syarri maa kholaq; wadzaroa wabaroa, wa min syarri maayanzilu minassamaa’; wa min syarri maa ya’ruju fiihaa; wa min syarri maa dzaroa fil ardh; wa min syarri maa yakhruju minhaa; wa min syarri fitanil laili wannahaar; wamin syarri kulli thooriqin illaa thooriqon yathruqubi khoir yaa rohmaan. (“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, yang tidak dapat ditembus oleh orang baik maupun orang jahat, dari kejahatan apa yang diciptakan, yang diadakan serta ditanamkan; serta dari kejahatan yang naik ke langit; darikejahatan yang ditanamkan di bumi atau dari kejahatan yang keluar dari bumi; dari kejahatan fitnah-fitnah malam dan siang; dari kejahatan setiap yang datang kecuali yang datang membawa kebaikan, wahai Allah Yang Maha Penyayang”).
7. Bersyukur kepada Allah
Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumatkan, Jika kamu bersyukur akan karuniaKu, pasti Aku tambah untukmu, jika kamu ingkar, sesungguhnya azabKu sangat pedih”. (QS. Ibrahim: 7)
“Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tentram, rizkinya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk) nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat”. (QS. An Nahl : 112)
Contoh kasus kegelisahan:
TEMPO.CO, Lampung - Sembilan buruh korban perbudakan di pabrik panci Sepatan, Tangerang, masih terbelit rasa trauma. Contohnya Arifudin, penduduk Blambangan Pagar, Lampung Utara. Ketika Tempo bertandang ke rumahnya, sorot mata Arifudin penuh curiga dan selidik. Meski cenderung diam, kegelisahan tetap terpancar darinya.
"Kami masih sangat takut, Mas," kata Arifudin, buruh korban penyekapan, Selasa, 7 Mei 2013. "Sebab, dua pengawas yang kerap berpakaian seragam polisi hingga kini belum ditangkap."
Selama beberapa bulan bekerja di CV Cahaya Logam, Arifudin kerap mendapatkan penyiksaan. Bekas luka di wajah dan kakinya adalah oleh-oleh dari dua pengawas pabrik panci dan kuali itu. Bahkan Arifudin masih dapat mengingat jelas penyiksaan demi penyiksaan yang dialami. "Bentakan dan pukulan rasanya kerap terngiang di telinga," katanya lirih. (Baca: Sehari, Buruh Panci Wajib Cetak 200 Wajan)
Di rumah, Arifudin hanya mau menemui wartawan, pejabat daerah, dan polisi yang hendak memintai keterangan. Selain itu, ia takut si tamu adalah pengawas bersenjata di pabrik panci atau orang suruhannya. "Kami akan lega jika dua orang yang kerap menenteng senjata api laras panjang itu tertangkap. Dia sering mengancam akan menembak jika kami kabur." (Baca:2 Anggota Brimob Disebut Terlibat Perbudakan Buruh)
Kata buruh panci lainnya, Andi Gunawan, ada kemungkinan komplotan mandor panci bersenapan tengah berkeliaran di Lampung saat ini. Sebab, sistem perekrutan mereka sangat rapi. Bahkan para pengawas telah mempelajari latar belakang calon buruh yang hendak direkrut. "Semoga polisi cepat menangkap perekrut buruh, pengawas, dan pemilik pabrik," kata Andi.
Sumber:
http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2013/06/06/definisi-kegelisahan-566254.html
https://www.facebook.com/belajarmemaknaiartihidupdankehidupan/posts/495025327246264
https://azmifajriusman.wordpress.com/2011/05/07/jurus-menghilangkan-rasa-takut-dan-kegelisahan/
contoh kasus kegelishan
http://nadyaep20.blogspot.com/2015/01/contoh-kasus-manusia-dan-kegelisahan.html
Komentar
Posting Komentar